Secara
naluri seorang ibu selalu ingin dekat dengan anak. Bagi seorang
ibu,bisa merawat dan menjaga anak selama 24 jam adalah suatu
kebahagiaan. Meskipun kadang repot dan lelah menghadapi semua ulah anak,
tapi semuanya tergantikan dengan rasa suka cita ketika melihat tumbuh
kembang anak yang baik.
Bagi ibu bekerja yang harus meninggalkan anak di rumah, tentu hal ini menjadi dilema tersendiri. Seperti ada peran batin antara keinginan untuk selalu dekat dengan anak dan realitas untuk tetap bekerja. Bagaimana pun kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang itu berbeda-beda. Beberapa alasan kenapa seorang ibu harus tetap bekerja diantaranya: ibu tersebut adalah orang tua tunggal bagi anaknya, tulang punggung keluarga, ingin membantu suami secara ekonomi, atau hanya sekedar media untuk aktualisasi diri.
Hidup itu adalah pilihan, dan ketika pilihannya adalah bekerja, emak jangan berkecil hati, yang penting emak jangan terlalu terlena dengan pekerjaan sehingga mengabaikan anak. Ikhlaskan hati emak, niatkan semata-mata karena untuk kebaikan semuanya.
Bagi seorang ibu meninggalkan anak itu adalah sebuah pengorbanan, karena dalam hati kecilnya pasti ingin selalu bersama setiap saat. Saat bekerja pun selalu teringat semua hal tentang anak: wajah anak, kelucuannya, sikap manja anak, dan segala sesuatunya. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, misalnya saat istirahat emak sempatkan untuk telpon anak, kemudian mengajak anak jalan-jalan saat week end.
Seorang ibu biasanya lebih peka perasaannya, dan bondingnya sangat kuat dengan anak. Jika terjadi sesuatu sama anak, biasanya suka terus rasa. Saat bekerja jika memungkinkan emak bisa menitipkan anak sama orangtua. Jika tidak memungkinkan dititip sama orang tua, day care bisa menjadi alternatif pilihan, sekarang banyak juga kok day care yang bagus. Atau emak bisa pake jasa pengasuh yang dapat dipercaya. Pada akhirnya semua pilihan-pilhan itu emak juga yang menentukan, karena pastinya emak yang lebih tahu yang terbaik untuk anak.
Terakhir saya meminjam perkataannya Sara Risman:
" Nak.. Mama dan ayah tidak selalu tahu, tidak selalu melihat, tidak selalu ada. Kami bisa saja kamu bohongi, karena kami hanya manusia. Tapi Yang Memilikimu lebih canggih CCTV Nya, bukan hanya bisa menyaksikan, tapi bisa mencatat pula. Tangan kami nak, hanya dua. Mata kami terbatas jarak pandangnya, tapi Yang Memilikimu.. adalah pelindung Maha Sempurna. Engkau tidak akan pernah sendiri nak...karena 'Dia bersamamu dimanapun engkau berada".
Jadi mak, jika bekerja adalah pilihan, bekerjalah semata-mata karena lillah untuk mendapatkan kebaikan, dan selalu berdoa agar emak dan ananda senantiasa mendapatkan perlindungan Nya.
#CatatanMia
#BerbagiCerita
Bagi ibu bekerja yang harus meninggalkan anak di rumah, tentu hal ini menjadi dilema tersendiri. Seperti ada peran batin antara keinginan untuk selalu dekat dengan anak dan realitas untuk tetap bekerja. Bagaimana pun kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang itu berbeda-beda. Beberapa alasan kenapa seorang ibu harus tetap bekerja diantaranya: ibu tersebut adalah orang tua tunggal bagi anaknya, tulang punggung keluarga, ingin membantu suami secara ekonomi, atau hanya sekedar media untuk aktualisasi diri.
Hidup itu adalah pilihan, dan ketika pilihannya adalah bekerja, emak jangan berkecil hati, yang penting emak jangan terlalu terlena dengan pekerjaan sehingga mengabaikan anak. Ikhlaskan hati emak, niatkan semata-mata karena untuk kebaikan semuanya.
Bagi seorang ibu meninggalkan anak itu adalah sebuah pengorbanan, karena dalam hati kecilnya pasti ingin selalu bersama setiap saat. Saat bekerja pun selalu teringat semua hal tentang anak: wajah anak, kelucuannya, sikap manja anak, dan segala sesuatunya. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, misalnya saat istirahat emak sempatkan untuk telpon anak, kemudian mengajak anak jalan-jalan saat week end.
Seorang ibu biasanya lebih peka perasaannya, dan bondingnya sangat kuat dengan anak. Jika terjadi sesuatu sama anak, biasanya suka terus rasa. Saat bekerja jika memungkinkan emak bisa menitipkan anak sama orangtua. Jika tidak memungkinkan dititip sama orang tua, day care bisa menjadi alternatif pilihan, sekarang banyak juga kok day care yang bagus. Atau emak bisa pake jasa pengasuh yang dapat dipercaya. Pada akhirnya semua pilihan-pilhan itu emak juga yang menentukan, karena pastinya emak yang lebih tahu yang terbaik untuk anak.
Terakhir saya meminjam perkataannya Sara Risman:
" Nak.. Mama dan ayah tidak selalu tahu, tidak selalu melihat, tidak selalu ada. Kami bisa saja kamu bohongi, karena kami hanya manusia. Tapi Yang Memilikimu lebih canggih CCTV Nya, bukan hanya bisa menyaksikan, tapi bisa mencatat pula. Tangan kami nak, hanya dua. Mata kami terbatas jarak pandangnya, tapi Yang Memilikimu.. adalah pelindung Maha Sempurna. Engkau tidak akan pernah sendiri nak...karena 'Dia bersamamu dimanapun engkau berada".
Jadi mak, jika bekerja adalah pilihan, bekerjalah semata-mata karena lillah untuk mendapatkan kebaikan, dan selalu berdoa agar emak dan ananda senantiasa mendapatkan perlindungan Nya.
#CatatanMia
#BerbagiCerita
Komentar
Posting Komentar