Langsung ke konten utama

Pengendara sepeda dan becak, tolong dong patuhi rambu lalu lintas juga!

Meskipun sepeda atau becak tidak akan kena tilang dari Polantas, tapi tetap harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kejadiannya bukan sekali dua kali saya melihat abang becak dan pengendara sepeda yang menerabas rambu lalu lintas. Tentu saja tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, akan tetapi juga merugikan pengendara kendaraan bermotor yang lain. Seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu.

Kejadiannya di lampu merah saat belok kiri. Disitu tertulis rambu "Belok Kiri Mengikuti Isyarat Rambu Lalu Lintas". Karena lampu merah akhirnya saya berhenti, namun tiba-tiba saja... bruuuk.... Saya ditubruk sesuatu yang sangat keras dari belakang. Saya mencoba untuk menahan agar kendaraan saya seimbang karena lagi bonceng si kecil depan. Biar emaknya aja yang menahan sakit akibat tubrukan, yang penting si kecil aman. Beneran lho pinggang saya lecet dan masih terasa sakit. Alhamdulillah anak saya gak apa-apa.

Untungnya pengendara sepeda itu nyadar diri, minta maaf karena memang salah. Tapi setelah minta maaf ternyata dia lanjutin lagi perjalanannya, nerabas lampu merah🙈 ckckck......🤔
Pernah juga saat lampu hijau saya belok ke arah kanan, eh dari arah kanan ada abang becak yang bikin kita jadi kagok dan hampir aja nabrak. Udah gitu malah abang becaknya yang marah duluan🙈.

"Halo bang, abang sehat? Lampu dari arah saya udah hijau dan abang nerabas lampu merah, kok malah abang yang sewot😎"
(Hihihi.....😀)

Lebih horor lagi saat saya jadi penumpang becak, si abang nerobos lampu merah dan seperti mau ketabrak mobil yang lewat. Iiih beneran ini si abang kelewat berani uji nyali. Saya penumpangnya yang berasa naik roller coaster, deg deg ser gimana gitu....😱

Begitulah beberapa kisah pengendara anti tilang yang kadang suka seenaknya sendiri. Tidak semuanya, tapi lumayan banyak 🙂

Semoga semua itu menjadikan kita lebih hati-hati saat berkendara. Minimal sadar dengan keselamatan diri sendiri dulu agar tidak merugikan pihak lain.

#CatatanMia
#BerbagiCerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ME TIME NYA LAKI-LAKI ITU NGAPAIN AJA YA...?

Kemarin saya sempat bertanya di wall saya, "Sebetulnya cowo perlu me time gak sih? Biasanya ngapain aja?". Ternyata jawabannya sangat variatif, dan pada umumnya menjawab klo cowo juga perlu me time . Berikut saya tulis beberapa pernyataan tentang pria dengan kegiatan me time nya : ˙Laki laki itu makhluk yang gak pernah dewasa. Cuma mainannya aja yang tambah mahal. Anak laki2 mainnya mobil mobilan. Bapak bapak mainnya mobil beneran. Yang berubah cuma harganya 😂 😂 😂 . Ini jawaban yang paling kena bgt, setuju pake banget kaan? ˙ Tidur seharian Me time sih me time, tapi klo sudah sampe berjam-jam itu udah jadi penyakit. Nama penyakitnya itu adalah TUMOR (tukang molor ) ˙ Ke bengkel mobil Cewe biasanya paling males diajak ke tempat ini. Tapi baru ditinggal ke bengkel beberapa jam aja udah telpon nyari -nyari. Beneran nih masih di bengkel???. ˙ Kumpul sama temen-temennya, ngobrol sambil ngopi-ngopi. Oow jadi ternyata gak cuma sesama cewe yang ...

MAHAR LOGAM MULIA MAHAL? SIAPA BILANG?

Bagi para pemuda atau siapa saja yang punya kerabat yang akan menikah, mungkin ini akan menjadi solusi menarik untuk anda semuanya. Kita semua tahu bahwa emas merupakan salah satu barang mewah dan merupakan salah satu alternatif mahar pernikahan yang masih jadi favorit bagi sebagian masyarakat. Walaupun semakin hari harga emas semakin mahal, tapi kini siapa pun bisa memberikan mahar emas untuk calon pasangan tercinta. Kita dapat membeli emas (logam mulia batangan) secara terjadwal dan sesuai dengan kemampuan dengan fasilitas Tabungan Emas dari Pegadaian Syariah. Melalui tulisan ini saya tidak hendak beriklan, saya menulis semata mata karena saya melihat solusi yang mungkin bermanfaat.  Biasanya penghasilan yang kita terima akan langsung dialokasikan untuk beberapa kebutuhan, untuk kepentingan sehari hari, kewajiban bulanan,pembayaran hutang, dan tabungan/investasi. Menurut perencana keuangan biasanya dari pendapatan yang kita terima hanya dapat dialokasikan kurang ...

SAAT BEKERJA MENJADI SEBUAH PILIHAN

Secara naluri seorang ibu selalu ingin dekat dengan anak. Bagi seorang ibu,bisa merawat dan menjaga anak selama 24 jam adalah suatu kebahagiaan. Meskipun kadang repot dan lelah menghadapi semua ulah anak, tapi semuanya tergantikan dengan rasa suka cita ketika melihat tumbuh kembang anak yang baik. Bagi ibu bekerja yang harus meninggalkan anak di rumah, tentu hal ini menjadi dilema tersendiri. Seperti ada peran batin antara keinginan untuk selalu dekat dengan anak dan realitas untuk tetap bekerja. Bagaimana pun kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang itu berbeda-beda. Beberapa alasan kenapa seorang ibu harus tetap bekerja diantaranya: ibu tersebut adalah orang tua tunggal bagi anaknya, tulang punggung keluarga, ingin membantu suami secara ekonomi, atau hanya sekedar media untuk aktualisasi diri. Hidup itu adalah pilihan, dan ketika pilihannya adalah bekerja, emak jangan berkecil hati, yang penting emak jangan terlalu terlena dengan pekerjaan sehingg...