Sudah berapa lama usia pernikahan emak?
Sampai di usia pernikahan yang sekarang pasti emak mengalami suka duka
dalam mempertahankannya, proses adaptasinya berapa lama?
Saat berkenalan emak membayangkan hidup rumah tangga yang indah dan bahagia. Begitu memasuki gerbang pernikahan yang sebenarnya, ternyata menemukan banyak ujian yang tentunya tak seindah yang dibayangkan sebelumnya.
Saat berkenalan kita hanya bertemu dengan keluarga pasangan paling sekali dua kali, belum tahu bagaimana karakter keluarga pasangan yang sesungguhnya. Apalagi bagi pasangan yang berasal dari daerah yang berbeda. Tiba-tiba masuk dalam sebuah keluarga baru tentu tidak mudah. Perlu beradaptasi terlebih dahulu.
Semakin jauh melangkah ke dalam, semakin tahu bagaimana karakteristik mertua dan keluarga suami lainnya. Disitulah kemudian muncul bibit-bibit konflik yang dapat mengurangi keharmonisan rumah tangga.
Salah satu cerita lama dalam rumah tangga salah satunya adalah konflik mertua dan menantu perempuan.
Ada yang mengeluhkan mertua yang selalu menceritakan kekurangan menantunya.
Ada yang merasa bahwa mertuanya terlalu pencemburu dan banyak menuntut, dsb.
Begitu pula sebaliknya, mertua merasa anak menantunya tidak pengertian.
Belum lagi masalah dengan ipar dan keluarga lainnya yang tidak sepaham
Di umur yang masih muda dan usia pernikahan yang masih seumur jagung biasanya mempengaruhi tingkat kedewasaan dalam menyikapi suatu masalah. Jika tidak ada yang mengalah bukan tidak mungkin akan berujung pada perselisihan yang mengakibatkan perceraian.
Sebetulnya permasalahan seperti itu terjadi karena belum mengenal satu sama lain, dan untuk memahami semuanya itu memang perlu proses. Istilahnya belum terbiasa.Tapi itulah namanya ujian dalam pernikahan, tinggal sejauh mana menyikapi dan memakluminya. Berusaha selalu belajar mengurangi ego diri sendiri, hingga akhirnya terbiasa untuk menerima semua dengan ikhlas. Dan yang paling penting harus saling mengalah agar pernikahannya tetap langgeng.
Saat berkenalan emak membayangkan hidup rumah tangga yang indah dan bahagia. Begitu memasuki gerbang pernikahan yang sebenarnya, ternyata menemukan banyak ujian yang tentunya tak seindah yang dibayangkan sebelumnya.
Saat berkenalan kita hanya bertemu dengan keluarga pasangan paling sekali dua kali, belum tahu bagaimana karakter keluarga pasangan yang sesungguhnya. Apalagi bagi pasangan yang berasal dari daerah yang berbeda. Tiba-tiba masuk dalam sebuah keluarga baru tentu tidak mudah. Perlu beradaptasi terlebih dahulu.
Semakin jauh melangkah ke dalam, semakin tahu bagaimana karakteristik mertua dan keluarga suami lainnya. Disitulah kemudian muncul bibit-bibit konflik yang dapat mengurangi keharmonisan rumah tangga.
Salah satu cerita lama dalam rumah tangga salah satunya adalah konflik mertua dan menantu perempuan.
Ada yang mengeluhkan mertua yang selalu menceritakan kekurangan menantunya.
Ada yang merasa bahwa mertuanya terlalu pencemburu dan banyak menuntut, dsb.
Begitu pula sebaliknya, mertua merasa anak menantunya tidak pengertian.
Belum lagi masalah dengan ipar dan keluarga lainnya yang tidak sepaham
Di umur yang masih muda dan usia pernikahan yang masih seumur jagung biasanya mempengaruhi tingkat kedewasaan dalam menyikapi suatu masalah. Jika tidak ada yang mengalah bukan tidak mungkin akan berujung pada perselisihan yang mengakibatkan perceraian.
Sebetulnya permasalahan seperti itu terjadi karena belum mengenal satu sama lain, dan untuk memahami semuanya itu memang perlu proses. Istilahnya belum terbiasa.Tapi itulah namanya ujian dalam pernikahan, tinggal sejauh mana menyikapi dan memakluminya. Berusaha selalu belajar mengurangi ego diri sendiri, hingga akhirnya terbiasa untuk menerima semua dengan ikhlas. Dan yang paling penting harus saling mengalah agar pernikahannya tetap langgeng.
#BerbagiCerita
Komentar
Posting Komentar