Langsung ke konten utama

Perkataan dan perbuatannya positif mampu mengubah sesuatu yang NEGATIF menjadi lebih POSITIF!

Dalam kehidupan sehari-hari pasti pernah mengalami kejadian yang kurang enak, misalnya ada teman yang sepertinya kurang klik dengan kita. Atau kita harus kerjasama dengan seseorang yang sepertinya kurang begitu cocok dengan kita. Padahal kalau dirunut permasalahannya hanya salah persepsi saja. Tentu saja hal ini membuat kita kurang nyaman. Saya pernah mengalaminya. 
Hal yang pertama dilakukan adalah saya berusaha untuk introspeksi diri. Mungkin teman kita seperti itu karena menganggap kita ingin kelihatan lebih menonjol. Atau memang teman kita memiliki karakter yang sama dengan kita dan tidak ada yang mau mengalah, dan berbagai kemungkinan yang lain.
Setelah introspeksi, saya mencoba untuk melakukan kontrol terhadap diri sendiri, berusaha memanage emosi dengan lebih baik. Saya jadi ingat satu teori, bahwa jika ingin dicintai maka berikanlah cinta. Jika ingin dihargai maka hargailah orang lain juga. Dan seperti pendapat Dale Carnegie bahwa saat kita bertemu dengan manusia, kita tidak bertemu dengan mahluk logika, melainkan mahluk emosi. Kira-kira seperti itu bunyi kalimatnya.

Kemudian saya mencoba memperbaiki diri lebih baik, dan memberikan respon yang positif. Menunjukan bahwa kita adalah pribadi yang bisa diajak kerjasama dan bersahabat. Pokoknya jangan membalas sesuatu yang kurang enak dengan hal yang sama, dan poin pentingnya harus bisa mensugesti diri bahwa saya adalah bagian yang baik, saya harus bisa bekerjasama lebih baik dengan orang lain, dan senantiasa mengontrol diri agar tidak egois.

Hasilnya? Well done! Hubungan kita dengan teman berubah menjadi lebih baik, saat kita harus kerjasama pun jadi lebih enak. Iya, sesuatunya memang harus dimulai dari diri sendiri. Melakukan perbuatan yang baik itu tidak ada ruginya juga kan? Dan semuanya itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Teman-teman pernah mengalami pengalaman seperti itu juga? Boleh sharing juga bagaimana cara menghadapinya.😍

#CatatanMia
#BerbagiCerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ME TIME NYA LAKI-LAKI ITU NGAPAIN AJA YA...?

Kemarin saya sempat bertanya di wall saya, "Sebetulnya cowo perlu me time gak sih? Biasanya ngapain aja?". Ternyata jawabannya sangat variatif, dan pada umumnya menjawab klo cowo juga perlu me time . Berikut saya tulis beberapa pernyataan tentang pria dengan kegiatan me time nya : ˙Laki laki itu makhluk yang gak pernah dewasa. Cuma mainannya aja yang tambah mahal. Anak laki2 mainnya mobil mobilan. Bapak bapak mainnya mobil beneran. Yang berubah cuma harganya 😂 😂 😂 . Ini jawaban yang paling kena bgt, setuju pake banget kaan? ˙ Tidur seharian Me time sih me time, tapi klo sudah sampe berjam-jam itu udah jadi penyakit. Nama penyakitnya itu adalah TUMOR (tukang molor ) ˙ Ke bengkel mobil Cewe biasanya paling males diajak ke tempat ini. Tapi baru ditinggal ke bengkel beberapa jam aja udah telpon nyari -nyari. Beneran nih masih di bengkel???. ˙ Kumpul sama temen-temennya, ngobrol sambil ngopi-ngopi. Oow jadi ternyata gak cuma sesama cewe yang ...

MAHAR LOGAM MULIA MAHAL? SIAPA BILANG?

Bagi para pemuda atau siapa saja yang punya kerabat yang akan menikah, mungkin ini akan menjadi solusi menarik untuk anda semuanya. Kita semua tahu bahwa emas merupakan salah satu barang mewah dan merupakan salah satu alternatif mahar pernikahan yang masih jadi favorit bagi sebagian masyarakat. Walaupun semakin hari harga emas semakin mahal, tapi kini siapa pun bisa memberikan mahar emas untuk calon pasangan tercinta. Kita dapat membeli emas (logam mulia batangan) secara terjadwal dan sesuai dengan kemampuan dengan fasilitas Tabungan Emas dari Pegadaian Syariah. Melalui tulisan ini saya tidak hendak beriklan, saya menulis semata mata karena saya melihat solusi yang mungkin bermanfaat.  Biasanya penghasilan yang kita terima akan langsung dialokasikan untuk beberapa kebutuhan, untuk kepentingan sehari hari, kewajiban bulanan,pembayaran hutang, dan tabungan/investasi. Menurut perencana keuangan biasanya dari pendapatan yang kita terima hanya dapat dialokasikan kurang ...

SAAT BEKERJA MENJADI SEBUAH PILIHAN

Secara naluri seorang ibu selalu ingin dekat dengan anak. Bagi seorang ibu,bisa merawat dan menjaga anak selama 24 jam adalah suatu kebahagiaan. Meskipun kadang repot dan lelah menghadapi semua ulah anak, tapi semuanya tergantikan dengan rasa suka cita ketika melihat tumbuh kembang anak yang baik. Bagi ibu bekerja yang harus meninggalkan anak di rumah, tentu hal ini menjadi dilema tersendiri. Seperti ada peran batin antara keinginan untuk selalu dekat dengan anak dan realitas untuk tetap bekerja. Bagaimana pun kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang itu berbeda-beda. Beberapa alasan kenapa seorang ibu harus tetap bekerja diantaranya: ibu tersebut adalah orang tua tunggal bagi anaknya, tulang punggung keluarga, ingin membantu suami secara ekonomi, atau hanya sekedar media untuk aktualisasi diri. Hidup itu adalah pilihan, dan ketika pilihannya adalah bekerja, emak jangan berkecil hati, yang penting emak jangan terlalu terlena dengan pekerjaan sehingg...