Katanya mau investasi, tapi dikit-dikit diambil, baru aja nabung gak
lama kemudian diambil, jadi kapan nih investasinya? Hehehe....Saya sering banget menjumpai orang yang ingin berinvestasi tapi pingin
untung dalam waktu singkat. Awalnya semangat pingin investasi, baru
sebulan-dua bulan, kemudian minta ditarik lagi. Klo seperti itu namanya
nitip dong maak, bukan investasi.
Dari beberapa pengertian investasi yang saya baca, INVESTASI adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu di masa yang akan datang. Ingat maak, saya garis bawahi ya, investasi itu untuk keuntungan MASA MENDATANG. Investasi ini harus direncanakan, klo niatnya mau diambil sewaktu-waktu ya sudah simpan aja dalam bentuk uang yang bisa ditarik kapan aja lewat atm. Klo menurut saya cara seperti ini namanya NITIP, karena nabung pun harus sabar agar uang yang kita tabung bertambah dan bisa membeli keinginan tertentu.
Ada banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih. Salah satunya adalah investasi dalam bentuk emas. Dibandingkan dengan jenis investasi yang lain, emas cenderung naik dalam jangka panjang, dan lebih liquid saat diuangkan. Dari sisi daya beli, lebih terjangkau untuk semua kalangan, tidak terlalu mahal untuk membelinya. Bahkan sekarang hanya dengan kurang lebih Rp.5000 kita sudah bisa mulai berinvestasi emas batangan melalui 'Tabungan Emas' dari Pegadaian. Tabungan Emas cocok untuk yang ingin berinvestasi emas tanpa memegang bentuk fisiknya. Lebih aman karena tidak disimpan sendiri dan tidak perlu menyewa safe deposit box. Nabungnya juga suka-suka, tidak ada keharusan menabung setiap bulan. Tapi bagi yang ingin lebih disiplin dalam berinvestasi emas, bisa juga membeli emas dengan cara mengangsur. Jika ambil emas dengan sistem ini, setiap bulannya harus konsisten membayar sejumlah nominal angsuran yang sudah ditetapkan, dan fisik emasnya akan diberikan jika sudah lunas.
Berinvestasi emas dengan 'Tabungan Emas' atau menyimpan fisiknya secara langsung, sebetulnya sama aja, tinggal pilih aja kita cocok dengan yang mana? Klo tidak suka pegang fisik tapi ingin nabung suka-suka silahkan bisa pilih tabungan emas, atau klo emak memang lebih suka pegang barangnya bisa membeli emas batangan baik secara cash atau angsuran.
Kadang suka ada yang tanya begini, "Teh Mia, klo beli pake angsuran kelihatannya kok lebih mahal ya?". Begini maak, daya beli setiap orang itu kan berbeda-beda. Ada yang bisa beli secara cash, tapi ada juga yang baru bisa beli pake sistem angsuran atau tabungan emas. Malahan dengan adanya sistem angsuran dan tabungan emas ini banyak sekali yang merasa terbantu. Mereka jadi bisa disiplin berinvestasi emas meskipun dengan uang sedikit. Ada juga yang nabung emas bisa sampai beli properti lho..., asal niat aja untuk konsisten menabung. Sedikit demi sedikit,lama-lama menjadi bukit. Ketika emasnya sudah banyak, kemudian dijual untuk membeli aset yang lebih besar. Sekarang untuk membeli tanah atau bangunan itu kan perlu dana yang sangat besar. Jika menabung uang, setiap tahun nilainya cenderung turun akibat inflasi, sedangkan jika kita menyimpan dalam bentuk emas,nilainya cenderung naik dalam jangan panjang.
Menurut saya, klo belum bisa beli emas secara cash, beli emas dengan sistem angsuran atau tabungan emas juga bagus kok. Artinya kita sudah 'to do action', dari pada hanya berencana tapi gak beli-beli dan uangnya malah habis karena tidak dialokasikan dengan baik. Sedangkan semakin hari inflasi terus berjalan dan daya beli makin rendah karena harga apapun makin mahal. Mengawali dengan sesuatu yang kecil jauh lebih baik, dari pada hanya sebuah rencana tanpa eksekusi.
Bagi yang mau tahu lebih banyak mengenai investasi emas atau tabungan emas, berapa dana yang harus disiapkan, dan yang lainnya, silahkan bisa kita lanjutkan diskusi melalui kolom komentar, atau bisa langsung japri dengan saya.
#catatanmia
#BerbagiCerita
Dari beberapa pengertian investasi yang saya baca, INVESTASI adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu di masa yang akan datang. Ingat maak, saya garis bawahi ya, investasi itu untuk keuntungan MASA MENDATANG. Investasi ini harus direncanakan, klo niatnya mau diambil sewaktu-waktu ya sudah simpan aja dalam bentuk uang yang bisa ditarik kapan aja lewat atm. Klo menurut saya cara seperti ini namanya NITIP, karena nabung pun harus sabar agar uang yang kita tabung bertambah dan bisa membeli keinginan tertentu.
Ada banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih. Salah satunya adalah investasi dalam bentuk emas. Dibandingkan dengan jenis investasi yang lain, emas cenderung naik dalam jangka panjang, dan lebih liquid saat diuangkan. Dari sisi daya beli, lebih terjangkau untuk semua kalangan, tidak terlalu mahal untuk membelinya. Bahkan sekarang hanya dengan kurang lebih Rp.5000 kita sudah bisa mulai berinvestasi emas batangan melalui 'Tabungan Emas' dari Pegadaian. Tabungan Emas cocok untuk yang ingin berinvestasi emas tanpa memegang bentuk fisiknya. Lebih aman karena tidak disimpan sendiri dan tidak perlu menyewa safe deposit box. Nabungnya juga suka-suka, tidak ada keharusan menabung setiap bulan. Tapi bagi yang ingin lebih disiplin dalam berinvestasi emas, bisa juga membeli emas dengan cara mengangsur. Jika ambil emas dengan sistem ini, setiap bulannya harus konsisten membayar sejumlah nominal angsuran yang sudah ditetapkan, dan fisik emasnya akan diberikan jika sudah lunas.
Berinvestasi emas dengan 'Tabungan Emas' atau menyimpan fisiknya secara langsung, sebetulnya sama aja, tinggal pilih aja kita cocok dengan yang mana? Klo tidak suka pegang fisik tapi ingin nabung suka-suka silahkan bisa pilih tabungan emas, atau klo emak memang lebih suka pegang barangnya bisa membeli emas batangan baik secara cash atau angsuran.
Kadang suka ada yang tanya begini, "Teh Mia, klo beli pake angsuran kelihatannya kok lebih mahal ya?". Begini maak, daya beli setiap orang itu kan berbeda-beda. Ada yang bisa beli secara cash, tapi ada juga yang baru bisa beli pake sistem angsuran atau tabungan emas. Malahan dengan adanya sistem angsuran dan tabungan emas ini banyak sekali yang merasa terbantu. Mereka jadi bisa disiplin berinvestasi emas meskipun dengan uang sedikit. Ada juga yang nabung emas bisa sampai beli properti lho..., asal niat aja untuk konsisten menabung. Sedikit demi sedikit,lama-lama menjadi bukit. Ketika emasnya sudah banyak, kemudian dijual untuk membeli aset yang lebih besar. Sekarang untuk membeli tanah atau bangunan itu kan perlu dana yang sangat besar. Jika menabung uang, setiap tahun nilainya cenderung turun akibat inflasi, sedangkan jika kita menyimpan dalam bentuk emas,nilainya cenderung naik dalam jangan panjang.
Menurut saya, klo belum bisa beli emas secara cash, beli emas dengan sistem angsuran atau tabungan emas juga bagus kok. Artinya kita sudah 'to do action', dari pada hanya berencana tapi gak beli-beli dan uangnya malah habis karena tidak dialokasikan dengan baik. Sedangkan semakin hari inflasi terus berjalan dan daya beli makin rendah karena harga apapun makin mahal. Mengawali dengan sesuatu yang kecil jauh lebih baik, dari pada hanya sebuah rencana tanpa eksekusi.
Bagi yang mau tahu lebih banyak mengenai investasi emas atau tabungan emas, berapa dana yang harus disiapkan, dan yang lainnya, silahkan bisa kita lanjutkan diskusi melalui kolom komentar, atau bisa langsung japri dengan saya.
#catatanmia
#BerbagiCerita
Komentar
Posting Komentar